Monday, September 7, 2020

REVIEW KDRAMA: REPLY 1988, KEMBALI KE GENERASI 80-AN

Drama year 2015
Episode: 1-20
Genre: drama, comedy

Sinopsis
Di kota Seoul, sebuah daerah di distrik Dobong, ada sebuah area bernama Ssangmundong. Dalam kompleks perumahan di Ssangmundong beberapa keluarga yang bertetangga dengan rumah yang berdekatan satu sama lain memiliki hubungan pertemanan yang sangat dekat. Hubungan pertetanggaan itu tidak hanya meliputi orang tua mereka, anak-anak mereka pun bersahabat dekat sejak kecil.

Saat tahun 1988 semua anak-anak yang bersahabat sejak kecil itu memasuki masa remaja SMA. Sung Deok Sun (Hyeri), Sung Sun Woo (Go Kyung Pyo), Kim Jung Hwan (Ryu Jun Yeol), Ryu Dong Ryeong (Lee Dong Hwi) dan Choi Taek (Park Bo Gum) masih sering menghabiskan waktu bersama meskipun beda sekolah di kamar Choi Taek. Deok Sun masuk SMA khusus wanita, sementara Sun Woo, Jung Hwan dan Dong Ryeong di SMA khusus laki-laki. Taek tidak bersekolah karena memutuskan untuk menjadi pemain baduk (Go) profesional.

Tahun 1988 adalah tahun yang spesial bagi Korea Selatan karena tahunnya Olimpiade Soul, College Festival dan merupakan tahun yang mengawali Kpop seperti yang kita kenal saat ini.
Deok Sun, Sun Woo, Jung Hwan dan Dong Ryeong adalah empat sekawan anak TK yang ribut sampai kemudian Taek baru pindah ke lingkungan mereka. Taek yang pendiam mendapatkan segerombolan pengganggu yang gigih menjahilinya, namun mereka dengan cepat berteman baik dan saling menjaga satu sama lain.
Deok Sun adalah anak kedua dari tiga bersaudara, kakak perempuannya Sung Bo Ra sangat cerdas dan berkuliah di Universitas Seoul, sementara adiknya Sung No Eul tidak memiliki masalah akademis dan merupakan anak lelaki satu-satunya di keluarga Deok Sun. Deok Sun memiliki kemampuan akademis paling rendah diantara mereka. Sebagai anak kedua dia juga sering harus mengalah pada kakak dan adiknya.

Sun Woo paling dewasa dan dapat diandalkan dari lima sekawan. Selain bintang kelas, dia juga merupakan kakak yang menyayangi adik perempuan kecilnya dan anak yang berbakti pada ibunya. Ibu Sun Woo hidup sendiri membesarkan Sun Woo dan adiknya Jin Joo setelah kematian suaminya beberapa tahun lalu.

Dong Ryeong mirip seperti Deok Sun dalam hal akademis meskipun preassure dari keluarga Dong Ryeong lebih tinggi karena ayahnya guru yang mengajar di SMA tempat dia menuntut ilmu sekaligus menjabat posisi tinggi di struktur organisasi sekolahnya. Ibu Dong Ryeong seorang wanita karier sehingga dalam keseharian, Dong Ryeong lebih sering hanya sendiri di rumah. Kerap kali dia mengunjungi rumah teman-temannya bergantian agar tidak merasa kesepian. Namun Dong Ryeong mudah bergaul dan karena tahu banyak hal dia mendapat julukan konselor dari teman-temannya.
Jung Hwan, anak lelaki kedua dari dua bersaudara. Jung Hwan selalu mendapat rangking kedua dibawah Sun Woo, dia cerdas dan menyukai sepakbola hingga pernah bercita-cita menjadi pemain bola.
Keluarga Jung Hwan adalah keluarga paling berada di area itu. Ayah Jung Hwan mengelola toko elektronik dan ibunya yang dijuluki Nyonya Cheetah karena suka menggunakan pakaian bermotif Cheetah meskipun paling kaya dibanding yang lain namun dia memiliki kepribadian yang unik dan menarik, senang berbagi dan membantu tetangganya. Kakak Jung Hwan, Jung Bong sedang mempersiapkan tes ke 7-nya memasuki perguruan tinggi. Berbeda dengan ayah ibu dan kakaknya, Jung Hwan memiliki gaya bicara yang kasar, tidak ekspresif dan terkesan dingin.

Taek hidup hanya berdua dengan ayahnya yang mengelola toko perhiasan dan jam yang jadi satu dengan rumah mereka. Karena kondisi tersebut Taek menjadi dewasa secara mental lebih cepat dari yang lain, namun mungkin dengan kondisinya yang pendiam dan tidak banyak protes. Taek cenderung polos dan lugu serta minim kemampuan dalam daily life skill, mungkin ada hubungannya dengan karena ibunya meninggal saat Taek masih sangat kecil. Taek memilih keluar dari sekolah untuk menjadi pemain baduk profesional dan pilihannya yang tidak biasa dibanding teman-teman seusianya mengantarkan Taek pada banyak pertandingan nasional dan internasional yang kebanyakan dimenangkannya hingga banyak berita di media yang menyebut Taek jenius.

Hari demi hari berlalu, lima keluarga dengan lima kondisi yang berbeda, masalah yang berbeda-beda pula dan lima sekawan yang akhirnya harus memilih keputusan-keputusan penting dalam hidup mereka. Menyangkut masa depan mereka setelah SMA, asam manis dunia remaja dan cinta pertama.

Kata Ninda:
Iya saya telat sekali menonton drama ini. Dari karya penulis drama ini, yang pertama kali saya tonton adalah Prison Playbook, merupakan drama komedi yang penuh pelajaran hidup dan tidak bisa saya lupakan meskipun saya nggak suka bagian romance-nya dan Hospital Playlist yang tayang tahun ini.

Reply 1988 adalah drama Reply pertama yang saya tonton, semula saya pikir judulnya Replay atau memutar kembali tahun-tahun yang disandingkan tapi ternyata memang Reply/Answer Me. Dan saya menyesal baru nonton sekarang karena pengalaman saya menonton drama Reply yang sebelumnya sudah merasa bosan dari episode-episode awal. Tapi yang ini beda, Reply 1988 sejak episode pertama sudah berhasil mengambil hati saya.

Drama ini super niat karena setahu saya nggak banyak drama yang berlatar di tahun ini. Dekorasi, soundtrack, latar tempat, peralatan, properti, fashion bahkan layout koran dan tayangan televisi benar-benar niat untuk back to 80s. Keren sih.

Reply 1988 adalah drama yang sangat-sangat menghangatkan hati, menurut saya drama ini layak disebut healing drama. Persabatan antar keluarga dan kepedulian satu sama lain bahwa tetangga lebih dari sekadar tetangga namun sudah seperti keluarga besar yang berdiam di kawasan yang sama. Ketika ada yang sakit, ada yang mengalami kesulitan finansial bahkan saling menghibur dan menenangkan jika anak atau rumah tangga mereka sedang mendapat masalah. 

Cara mereka saling memberi dan berbalas perhatian melalui makanan, bisa diandalkan satu sama lain benar-benar priceless. Sungguh jadi membuat saya mengenang masa kecil saya di tahun 90-an saat masih hidup di desa. Hidup di kota besar dimana antar tetangga minim interaksi, adapun negatif seperti bergosip, egoisme terkait hak penggunaan jalan dan tanah serta hal-hal lain yang menyebabkan tetangga tidak lagi menjadi keluarga terdekat namun adalah orang asing yang kadang-kadang menjadi musuh membuat saya melupakan masa-masa itu.
Drama ini dengan 20 episode dan jam tayang satu setengah jam per episode meskipun cukup lama namun menyampaikan tiap peristiwa dan konflik dari masing-masing keluarga dengan baik sehingga tidak membosankan. Reply 1988 adalah drama pertama yang membuat saya kesusahan menyampaikan apa saja pendapat saya terkait drama ini karena sepertinya terlalu banyak yang ingin saya sampaikan dan tulis dalam ulasan ini.

Dalam ulasan ini, saya rasa saya tidak akan sanggup tidak menulis spoiler.

Kita mengenal per karakter dengan sifat mereka sedikit demi sedikit seiring plot berjalan. Bo Ra yang keras kepala dan galak, ternyata sungguh mirip dengan ayahnya - Dong Il. Dibalik sifat Bo Ra yang sering mengerjai dan menganiaya adik-adiknya dia berpikiran bijaksana. Jung Hwan yang kasar ternyata memiliki sisi manis dan perhatian yang malu-malu ditunjukkan baik kepada keluarga dan teman-temannya.

Percakapan antara anak dan orang tua, pelajaran-pelajaran hidup yang diterima tokohnya dan bahkan misteri siapa suami Deok Sun di masa depan. Terus terang trigger saya menonton drama ini adalah ketika populernya Reply 1988 di trending Twitter beberapa bulan lalu, sedang tidak tertarik dengan drama ongoing serta perdebatan penonton team Taek dan team Jung Hwan yang menjadi suami Deok Sun dimasa depan. Sebelumnya saya sudah nonton reply 1997 dan 1994 tapi gagal sampai tamat karena bosan.

Selain interaksi persahabatan dan kekeluargaan yang menghangatkan hati, saya suka sekali dengan adegan komedi dan comical yang menghibur di sepanjang episode drama, not to mention suara embek yang epic di setiap adegan lucu berlangsung.

Saya takjub bahwa Hyeri mampu membawakan karakter Deok Sun dengan baik dalam drama ini dan ini adalah drama Lee Dong Hwi kedua yang saya tonton setelah Pegassus Market. Dengan wajah comical yang ekspresif dan kemampuan aktingnya saya percaya bahwa tidak semua orang memiliki kemampuan dan aura komedian seperti Lee Dong Hwi.

Park Bo Gum juga cukup mengagetkan saya bagaimana dia menampilkan karakter Taek yang sweet, selalu menyenangkan, kocak in his own way dan innocent dengan sangat kuat. Sangat berbeda dengan karakter lain yang dia mainkan di drama lain yang saya tonton seperti I remember you dan Encounter. Karakter Taek adalah favorit saya diantara dua drama Bo Gum yang lain itu. His cute gesture, adorable giggles and sweet smile, totally won my heart.

Saya menyayangkan mengapa netizen harus berdebat tentang love-line dan ending love line di drama ini. Padahal sebenarnya cerita keseluruhannya adalah tentang 5 keluarga yang hidup bertetangga di Ssamundong. Ini drama yang kental akan persahabatan dan keluarga, slices of life yang terasa real, down to earth dan banyak pelajaran yang bisa dipetik. Romance bukanlah kisah utama disini.

Kehangatan 5 keluarga adalah sesuatu yang paling berkesan dalam drama ini di hati saya. Ketika drama ini harus berakhir, saya merasa ada lubang besar di dalam hati. Dalam mata Deok Sun yang harus mengucap selamat tinggal ke tempat dimana dia lahir dan tumbuh, saya turut tenggelam dalam rasa sentimental yang emosional. Seolah saya turut mengucapkan selamat tinggal pada persahabatan dan masa muda yang tentu saja tidak mungkin kembali.

Saya juga turut kecewa, astaga mengapa mereka semua harus berpisah? Kenapa mereka nggak pindah bareng di area yang sama dan bertetangga lagi? Kenapa? Huhu jadi ikut mewek.

(((((MENGANDUNG SPOILER)))))

Ending loveline di drama ini juga sesuai harapan saya yang bosan dengan cowok tsundere yang memenangkan hati female lead. Cowok tsundere has his own cute way dalam mengekspresikan perasaan mereka. Seperti halnya cerita-cerita di manga Jepang sejak jaman baheula dan pakem Kdrama mainstream contohnya mungkin Princess Hours, Playful Kiss dan drama-drama lain sejenis yang mirip. 

Menurut saya sangat wajar siapa yang menjadi pilihan Deok Sun, Deok Sun anak kedua yang sering terlupakan dan sering harus mengalah diantara saudara-saudaranya. Deok Sun membutuhkan seseorang yang tidak ragu menunjukkan seberapa banyak dia mengagumi Deok Sun dan menganggapnya cantik. Alih-alih orang yang secara rahasia menyukainya dan menunjukkan perhatian tanpa dia sendiri tahu, sering mengata-ngatai dan menyebutnya jelek dihadapan yang lain.

Saat dimana Deok Sun menyadari perasaannya dalam tahap awal adalah setelah pembicaraannya dengan Dong Ryeong. Dong Ryeong berkata bahwa Deok Sun harus memahami perasaannya sendiri, siapa yang benar-benar dia suka bukan siapa yang menyukainya. Jika memang orang yang Deok Sun suka tidak balik menyukainya, seharusnya tidak apa-apa bukan?

Bermula dengan pembicaraan itu, perlahan Deok Sun menyadari siapa yang paling dia perhatikan dan pikirkan diantara keempat teman-temannya, orang yang paling membuat Deok Sun takut kehilangan karena hubungan yang berubah menjadi canggung. Orang yang dia tidak keberatan harus merawatnya terus-menerus. 

Saya pikir itu adalah titik awal Deok Sun perlahan menyadari perasaannya. Menyukai Sun Woo dan Jung Hwan lantas ended up berpacaran dengan beberapa lelaki sebelum bersama dengan salah satu sahabatnya dari kecil adalah proses kedewasaan sudut pandang seorang Deok Sun tentang cinta. Tentang perasaan Deok Sun pada Sun Woo dan Jung Hwan bukan karena Deok Sun tidak konsisten namun karena ya begitulah perasaan remaja seumuran Deok Sun yang lugu banget soal cinta. Kadang mereka bersikap demikian, untuk mendapatkan pengalaman mencintai sehingga mereka tahu seperti apa cinta itu sesungguhnya dan perasaan-perasaan yang terlibat didalamnya. Atau kalau ada yang naksir dan deketin jadi gampang suka balik. Saya ngerasa relate dengan Deok Sun karena waktu masih bocil saya pun begitu *LOL*

Sebenarnya cukup terlihat jelas bagaimana perasaan Deok Sun kepada Taek, dia tahan dan nyaman memandangi Taek berlama-lama meskipun Taek sedang tidur. Dengan senang hati dia menyiapkan kebutuhan Taek dan merawatnya, bahkan menyanggupi bertanggung jawab untuk menjaga Taek setelah insiden di masa kecil mereka ketika Deok Sun tanpa sengaja melukai kepala Taek. Sesuatu yang tidak dia lakukan kepada ketiga orang temannya yang lain. 

Bagaimana dia memilih menggunakan sarung tangan yang dibelikan Taek ketimbang Jung Hwan padahal sarung tangannya mirip, bagaimana dia langsung badmood ketika acara janjian nonton berdua mereka batal, dan termenung kepikiran setelah temannya berkomentar bahwa sepertinya Taek menganggap remeh Deok Sun. Padahal saat itu Deok Sun tidak tahu bahwa Taek menyukainya. 

Hanya saja Deok Sun sepertinya masih belum benar-benar mampu memahami perasaannya sendiri, dia juga tidak mengerti apa yang dia rasakan. Saat dimana Taek menggendongnya adalah saat pertama kali Deok Sun melihat Taek sebagai seorang pria, bukan teman yang selalu dia pikirkan dan perhatikan.
Jung Hwan adalah tipe cowok tsundere yang pasti kita semua kagumi dan mendapatkan tempat khusus di hati kita karena karakternya yang seolah keluar dari komik. Tapi tidak banyak dari kita yang ingin bersuamikan cowok tsundere ya kan? Tapi ya saya jadi pengin nonton karya Ryu Jun Yeol yang lain karena dia memang keren disini. Jung Hwan is so lovable person and I love his character so much but for me he is not a husband material. I think I got sick of tsundere boys always got the girl whether his action and fight is not as much as second lead.
Hanya saja balik lagi ke komen netijen yang menganggap Jung Hwan pengecut. Menurut saya Jung Hwan bukan pengecut, dia hanya teman yang loyal sehingga banyak keragu-raguan dan pertimbangan. Dan mengapa pernyataan cintanya pada Deok Sun dia bilang nggak serius dan hanya bercanda doang (lagi-lagi banyak yang menyayangkan), menurut saya ini juga bukan langkah ragu-ragu seorang Jung Hwan.

Jung Hwan bukan pengecut dan ragu-ragu, dia sudah memberanikan diri untuk tetap berjuang dengan nekat kali ini. Namun, di titik ini dia menyadari perasaan Deok Sun yang sebenarnya then he's decided to lose gracefully. Dari mulai mereka duduk di mobil, di tempat mereka janjian, ketika pengakuan Jung Hwan dan bahkan setelahnya, Deok Sun nampak seperti 'tidak ada disana' dan terlihat tidak fokus. Berkali-kali dia menoleh ke pintu masuk setiap kali bel pintu berbunyi, seperti benar-benar menunggu seseorang dan bertanya-tanya mengapa dia tidak juga muncul. 
Orang yang ditunggu Deok Sun tentu saja Taek, satu-satunya orang yang belum tiba diantara lima sekawan. Kita bisa melihat jelas bagaimana perasaan Deok Sun di momen ini. Dan Jung Hwan menyadari itu, itulah sebab dia mengubah pernyataan cintanya dengan bilang bahwa dia hanya bercanda. Jung Hwan paham jika dia meneruskan pernyataannya dengan serius, bukan hanya dia akan menerima penolakan dari Deok Sun tapi hubungan mereka sebagai teman juga akan jadi canggung. 

Jung Hwan sudah terlalu lama mengenal Deok Sun untuk menyadari makna reaksi Deok Sun. Jika sikap Deok Sun bereaksi positif, saya rasa Jung Hwan akan tetap serius dengan pernyataannya kok. Jangan kecewa wahai netizen.

Keluarga Kim adalah keluarga favorit saya dalam drama ini. Ra Mi Ran, ibu Jung Hwan seriusan memang seadorable dan seikonik itu. Pernah miskin dan tinggal sekeluarga di satu kamar, ketika kaya nggak membuat dia lantas jadi sombong dan meninggikan dirinya diantara tetangganya yang lain yang ekonominya menengah ke bawah. Mi Ran bahkan menggunakan uangnya untuk membahagiakan tetangga-tetangganya. Ayah Jung Hwan barangkali adalah sosok ayah tersuper sweet diantara semua keluarga. Tidak hanya menunjukkan dengan perbuatan, dia benar-benar kepala keluarga yang baik, ayah yang pengertian dan suami yang manis bagi istrinya. Melihat pasangan suami istri keluarga Kim menurut saya adalah gambaran ideal suami istri diusia lanjut dengan pahit manisnya.

Pokoknya sedih banget saat drama ini berakhir, Reply 1988 ended with a big hole in my heart. Saya nggak pernah nonton cerita seindah ini di drama-drama lainnya. Well written and super heartwarming. Reply 1988 sudah menggeser Prison Playbook dari drama terfavorit saya sepanjang masa. Yang mana tidak masalah karena keduanya hasil kerja dari penulis yang sama.

Rasanya pengin menulis lebih banyak soal drama ini karena saking banyaknya yang meluber dari kepala saya, tapi untuk sementara hanya ini yang bisa saya pikirkan. Saya akan menambahkannya jika ada hal lain yang terbersit tentang drama ini nanti.



No comments:

Post a Comment