Saturday, July 10, 2021

REVIEW KDRAMA: TAXI DRIVER, SOPIR TAXI MEWAH PENCULIK PARA PENJAHAT

Drama year: 2021

Episode: 1-16

Genre: action, crime

Sinopsis:

Kim Do Gi (Lee Je Hoon) adalah seorang perwira tentara lulusan Korea Naval Academy. Ibunya membesarkan Do Gi seorang diri dari berjualan makanan di warung kecil. Suatu hari Do Gi pulang ke rumah setelah sekian lama bertugas, namun rumah yang dia rindukan justru memberi Do Gi trauma yang tidak akan pernah dia lupakan. Do Gi mendapati ibunya terbaring di lantai dapur dengan darah dimana-mana saat sedang memasak, ibunya terbunuh di dalam rumahnya sendiri.

Sayangnya ketika pelaku pembunuhan tertangkap polisi, Do Gi tidak puas dengan keputusan pengadilan tersebut dan merasa sangat marah. Do Gi merasa keputusan pengadilan terlalu ringan untuk pembunuh ibunya yang psikopat.

Beberapa waktu berlalu, Do Gi keluar dari angkatan bersenjata dan bekerja sebagai sopir taxi di Rainbow Taxi milik Jang Sung Chul (Kim Ui Seong). CEO Jang adalah lelaki lewat paruh baya yang kedua orang tuanya dibunuh psikopat. Jang Sung Chul yang sebenarnya lebih tertarik bidang sosial, mau tidak mau melanjutkan usaha taxi orang tuanya sembari mengelola yayasan sosial bernama Blue Bird yang bergerak di bidang pemberi bantuan mental dan emosional pada korban-korban kejahatan dan keluarga yang ditinggalkan.

Rainbow taxi hanyalah perusahaan taxi kecil biasa, hingga Kang Ha Na (Esom) menyadari bahwa pada kasus pelarian narapidana yang berbahaya, narapidana itu masuk ke dalam sebuah taxi mewah dan menghilang tanpa diketahui jejaknya. Kecurigaan Ha Na membawanya menyelidiki perusahaan-perusahaan taxi, termasuk Rainbow Taxi.

Apa yang sebenarnya terjadi pada para penjahat itu?

Ternyata tim khusus Rainbow Taxi memang pelaku utama dari semua kasus penculikan penjahat. Do Gi membawa kabur penjahat dan menempatkannya dalam sel tahanan khusus yang dikelola Baek Sung Mi (Cha Ji Yeon), seorang mafia wanita kuat dan berpengaruh yang memiliki banyak bisnis ilegal diantara bisnis-bisnis besar dan legal.

Penjara yang dikelola Baek Sung Mi sangat tidak manusiawi sehingga menurut CEO Jang akan lebih cocok untuk para penjahat kelas berat yang mereka culik, penjara itu akan lebih mampu membuat para penjahat menyesali dosa-dosa mereka. Hingga tanpa sepengetahuan CEO Jang, Baek Sung Mi yang sangat menyukai uang membuatnya harus membayar jauh lebih besar dari uang sewa penjara pribadi. Dan kemitraan yang mereka jalin bertahun-tahun pun membawa konflik dan kasus yang berada diluar perkiraan CEO Jang sebelumnya. Konflik mereka tidak hanya mengancam kinerja tim khusus Rainbow Taxi, tapi juga membahayakan nyawa semua anak buahnya yang berada dalam tim khusus.

Kata Ninda:

Alasan saya tertarik nonton drama ini adalah karena drama ini sangat populer di negara asalnya. Taxi driver meskipun hanya memiliki satu cerita utama, namun tiap episode kita akan menjumpai kasus per kasus berbeda yang sedang dalam penanganan tim khusus Rainbow Taxi. Layanan tim khusus Rainbow Taxi sebenarnya adalah penyediaan layanan balas dendam. Tim khusus ini terdiri dari 1 hacker bernama Go Eun, 2 engineer Jin Eon dan Gyeong Gu, 1 eksekutor yaitu Kim Do Gi dan 1 perencana sekaligus pemimpin mereka yang adalah CEO Jang sendiri. Semua anggota dari tim khusus rupanya adalah anggota keluarga dari korban kejahatan. Saudara Jin Eon dan Gyeong Gu pasangan suami istri yang terbunuh dalam sebuah rekayasa bencana, orang tua CEO Jang dan Do Gi adalah korban pembunuhan berantai dan kakak Go Eun bunuh diri karena skandal video ilegal.

Uniknya, tiap kasus yang ditangani diambil dari kasus-kasus besar yang pernah menghebohkan Korea Selatan. Itulah mengapa drama ini sangat populer dan menjadi bahan perbincangan penikmat drama Korea. Mulai dari kasus eksploitasi tenaga kerja difabel, skandal video porno, bullying di sekolah, penipuan telepon dan pembunuhan berantai. Semua kasus yang diangkat dalam Taxi Driver ini adalah kasus yang benar-benar terjadi, kecuali konflik antara CEO Jan-Baek Sung Mi dan tentu saja tim khusus yang melayani sarana balas dendam seperti tim Rainbow Taxi.

Dibintangi oleh Lee Je Hoon, Esom dan Pyo Ye Jin sebagai tokoh utama, kita nggak perlu meragukan kualitas akting mereka. Sebelum Pyo Ye Jin, sebenarnya peran Go Eun akan dimainkan Na Eun April. Namun partisipasi Na Eun dibatalkan akibat keterlibatannya pada skandal kasus bullying mantan anggota girlband April. Mau tidak mau crew Taxi Driver harus mengulang syuting seluruh episode dan mengganti peran Go Eun dengan Pyo Ye Jin.

Sebenarnya pergantian peran ini patut kita syukuri berhubung peran Go Eun memang cocok banget dengan Pyo Ye Jin, kualitas aktingnya yang nggak abal-abal sampai-sampai bisa bikin penonton sebel di drama VIP dan Fight for my way, padahal cuma peran. Tapi dia gemes banget sih saat memerankan sekretaris 2 di Whats Happen to Secretary Kim... peran Ye Jin di Secretary Kim adalah momen dimana saya mengagumi kemampuan aktris yang satu itu.

Beberapa akun sosial media merilis Taxi Driver still cut saat masih diperankan Na Eun, dan serius jauh banget skill akting dan penyatuannya dengan karakter Go Eun sendiri dibandingkan Pyo Ye Jin. Bagaikan langit dan tiang listrik. 

Akting Pyo Ye Jin bikin kita ngerasa kalau disitu dia adalah karakter Go Eun, bukan secretary kim 2 dan bukan juga selingkuhan eksekutif di VIP sementara akting Na Eun... yah... nggak jauh beda dengan peran Joo Da di Extraordinary You yang.... menye gimana gitu. Nggak sesuai dengan karakter Go Eun yang galak, cerdas dan logis sampai seluruh anggota tim takut diomelin sama dia, namun memiliki trauma mental terkait kakak perempuannya yang bunuh diri karena kasus video porno.

Sementara Lee Je Hoon yang karakter aslinya kocak, seperti biasa berhasil membawakan karakter yang cool, berwibawa namun penuh empati serta adegan action yang mumpuni sebagai Kim Do Gi. Saya menonton beberapa drama Je Hoon dan diluar karakter aslinya yang humoris, saya paham mengapa di banyak drama dia sering mendapatkan karakter yang ahli berkelahi. Misalnya peran Je Hoon di signal sebagai perwira polisi, Taxi driver sebagai mantan tentara dan seorang artis bela diri Move to Heaven. Kharismanya cocok tapi dia bisa membawakan karakter dan gaya bertarung yang berbeda di ketiga drama itu dengan mulus dan alami.

Saya sangat menikmati drama ini dan kalau ada season 2-nya juga bakalan saya tonton, alurnya sangat saya nikmati sebagaimana Voice dan Partner in justice yang sudah tayang beberapa season tapi tetep nggak membosankan.

Ketika episode kejahatan U Data CEO Park Yang Jin, saya sampai heran sendiri emang ada ya orang yang segila itu? Tapi pada kenyataannya ya begitulah adanya, drama sudah menggambarkan kondisi yang sangat dekat dengan kejadian sebenarnya, meskipun di dunia nyata CEO Park tidak mati seperti dalam drama. Saat ini CEO yang dimaksud sedang menjalani hukuman penjara, statu aja yang dipenjara namun tetap kaya karena penghasilan dari perusahaan-perusahaan besarnya terus mengalir kendati dia tidak lagi menjabat sebagai CEO.

Ending drama ini juga ditutup manis dengan mengangkat kasus yang baru-baru ini menggemparkan mengenai sebuah sidang ulang di Korea. Sidang ulang inimengungkap bukti baru terkait ditemukannya pelaku sebenarnya dari kasus pembunuhan berantai di Hwaseong dan bahwa orang yang mendekam dipenjara selama 20 tahun karena kasus Hwaseong bukan pelaku sebenarnya. Kasus ini menjalani sidang ulang yang berakhir dengan dibebaskannya Yoon Seoun Yeo, sang korban salah tuduh dari penjara dan memenangkan ganti rugi dari pemerintah untuk mengganti puluhan tahunnya mendekam dipenjara selain tentu saja pembersihan nama baik. 

Kasus ini dibantu oleh seorang pengacara terkenal di Korea yang merupakan pakar dari kasus-kasus sidang ulang. Yoon Seoun Yeo mengaku sangat senang karena hasil sidang ulang tersebut, namun bukan karena banyaknya ganti rugi yang diterima karena jika bisa memilih tentu saja bapak ini akan lebih memilih tidak perlu menerima uang tersebut namun tidak mengalami masa penjara. Pak Yoon bahagia dengan hasil sidang ini karena sidang tersebut berakibat pada kembali bersihnya nama Yoon Seoun Yeo dimata publik dengan tanpa adanya catatan kriminal, sehingga dia bisa menjalani hidup sebagaimana orang pada umumnya.

Cerita Yoon Seoun Yeo sendiri sangat bikin sedih karena bisa dibilang beliau adalah korban dari keputusasaan polisi yang tidak mampu menangkap pelaku asli kasus Hwaseong sehingga mereka menangkap Seoun Yeo dan memaksanya mengaku setelah berhari-hari menjalani interogasi dalam kekerasan dan tidak boleh tidur. Sementara kondisi fisik Yoon Seoun Yeo yang memiliki cacat kaki saja seharusnya sudah cukup untuk menyanggah status tersangka Seoun Yeo berhubung semua kesaksian kasus Hwaseong mengenai gerak-gerik dan kebiasaan pelaku mengindikasikan kaki pelaku normal. Padahal ketika diminta partisipasi dalam penyelidikan polisi sebelum dinyatakan sebagai tersangka, Seoun Yeo sendiri terbuka dan partisipatif karena merasa tidak melakukan kesalahan apa-apa. Selain dalam Taxi Driver, kasus salah tangkap pembunuhan berantai ini juga diangkat dalam drama Mouse yang tamat terlebih dahulu.

Di adegan menjelang ending juga ada potongan adegan yang mengangkat kasus kekerasan terhadap anak angkat yang beberapa bulan lalu membuat banyak public figure Korea Selatan meminta maaf dengan foto si anak dan hastag maaf Jeongin di akun media sosial mereka. Episode terakhir membuat saya sebagai penonton berpikir bahwa drama ini akan sangat mampu melanjutkan kisahnya ke season berikutnya.

Untuk yang suka genre crime dan ala-ala film detective, drama ini sangat-sangat saya rekomendasikan. Nggak usah khawatir bakal cringe karena ini murni genre crime dan action aja, nggak ada love linenya kok.

No comments:

Post a Comment