Friday, February 17, 2017

( REVIEW FILM ) JOHN WICK: CHAPTER 2


Movie year: 2017
Genre: Crime/thriller
Rating:
IMDb 8.4/10
Rotten Tomatoes 89%
Filmweb 7.1/10

Sinopsis:
Film dibuka  dengan pembicaraan seorang pria dengan anak buahnya mengenai John Wick sang legenda. John Wick dikenal sebagai super-assassin yang sangat tangguh menghadapi lawan-lawannya dan tidak pernah gagal dalam misinya. Kehebatan John Wick sudah sangat dikenal di dunia hitam. Pria itu berkata bahwa John Wick sudah menghabisi puluhan anak buahnya saat sedang berada dalam misi, dia juga bahkan bisa membunuh orang dengan menggunakan benda-benda biasa yang tidak terbayangkan.

Reputasinya yang mengagumkan masih bukan apa-apa dari kenyataannya yang jauh lebih hebat lagi sehingga lebih baik jika mereka tidak mengusiknya. Beberapa saat kemudian John Wick (Keanu Reeves) datang dan minum bersama dengan pria tersebut untuk merayakan perdamaian.

"Apa orang sepertimu mengenal kata damai?" tanya si pria heran.
"Damai," kata John Wick, meminum gelasnya kemudian melangkah keluar ruangan.
"Selamat menikmati masa pensiun," kata si pria pada John Wick sebelum dia berlalu.

John Wick sampai di rumahnya yang indah, tinggal sendiri bersama anjingnya yang setia setelah istrinya meninggal. Setelah pensiun menjalankan tugasnya sebagai super-assassin di perusahaan bernama The Continental, John berencana untuk hidup tenang dan normal di tengah masyarakat. Namun keinginannya yang sebenarnya sederhana itu ternyata menjadi terlalu muluk dan rumit ketika seorang gangster italia: Santino D'Antonio (Ricardo Scamarcio) mendatangi rumahnya dengan membawa koin emas berisi perjanjian yang dulunya pernah dibuat bersama John Wick atas ganti sudah membantu pada misi John yang terdahulu.


John meminta tolong pada Santino untuk tidak menagih janjinya kembali karena saat ini dia sudah pensiun dan ingin membuang masa lalu kemudian hidup sebagai orang biasa. John memohon pada Santino untuk mengurungkan niatnya tapi Santino bersikeras dan membakar rumah John. 


John tidak ada pilihan selain pergi dan menuju The Continental untuk berbincang pada petingginya. Winston (Ian McShane) berkata bahwa John harus menghormati kode etik organisasi karena sudah membuat perjanjian maka dia harus menepatinya. Dia tidak memiliki pilihan dan tidak boleh melanggar karena konsekuensinya akan membahayakan John Wick sendiri.


John Wick menemui Santino dan Santino mengerti bahwa kedatangan John berarti bahwa dia akan memenuhi perjanjian yang sudah dibuat. Santino meminta John Wick - dengan mengejutkan - untuk membunuh adik perempuan Santino sendiri alias Gianna D'Antonio (Claudia Gerini). Wick terkejut dan bertanya kenapa, mengingat dia mengenal Gianna dan mereka dulu berteman. Santino berkata bahwa ayahnya mewariskan kursi di sebuah organisasi gangster mewakili Comorra pada adiknya itu, bukan pada Santino. Santino menginginkan kursi tersebut.



Apa yang akan John Wick lakukan berikutnya? Apakah dia akhirnya mampu mendapatkan kehidupan pensiun yang tenang dan normal seperti yang dia inginkan?
Worth to watch!

Kata Ninda:
Nonton ini dengan sama sekali tanpa rencana sebenarnya. Suami yang baru pulang dinas mendadak aja pengin nonton film ini hari itu juga padahal saya lagi rempong di dapur panas-panasan deket kompor dan keringetan. Padahal mau keramas karena rambut udah lepek, tapi karena dia udah ngajakin nonton di jam terdekat soalnya malemnya bakalan jaga jadi deh kelar mandi saya taburin Zwitsal baby powder yang mestinya buat obat biang keringat pada bayi ke rambut biar nggak lengket dan lepek sampek kelar nonton dan di rumah lagi. Pertolongan pertama pada rambut lepek lah ini.

Sebenarnya film ini nggak banyak ceritanya sih, cuma dikit aja...  banyakan adegan berantem dan actionnya. Beneran film action sejati. Plotnya nggak rumit dan cenderung mudah diikuti, meskipun beberapa plot twist bikin saya geleng-geleng - ada yang bisa saya tebak sebelumnya ada yang enggak sih haha. Di beberapa adegan sempet jeri, ini action dan banyak darah-darah gitu. Tapi saya sih masih lebih suka ini daripada Deadpool.

Saya suka sama karakter Gianna di film ini yang cenderung kuat, tapi rada sinting dan tak terduga. And I have girl crush with Ruby Rose yang memerankan tangan kanan Santino disini. Bisa cantik banget gitu ya padahal pake stelan cowok dan rambut cepak. Tapi ternyata mbaknya sekong, duh sayang banget :( *penonton baper*


Oom Keanu-nya tentu saja tetap keren dan enak dilihat meskipun usia nggak bohong ya, gerakannya terlihat kurang gesit dibanding dulu dan kelihatan lebih lambat. Wajar aja lah saya masih belum sekolah, Oom ini udah gemilang terkenal di Holywood. Udah diatas 50 tahun.

Nah endingnya juga superb, bikin penonton mikir dan menerka-nerka. Saya suka sih endingnya :D
Manteman gimana, udah nonton? Apa komentarnya buat film ini?

3 comments:

  1. Belum nonton ini, tapi komen temen2 yg udah nonton emang kasih nilai 8/10 semua rata2. Jadi penasaran :D

    ReplyDelete
  2. Belum nontooonnn
    emang kurang suka action movie juga sihh
    Makanya lebih prioritasin film fantasi atau science-fiction wkwkwkwk

    P.S.
    Iyaa Ruby Rose cantik <3

    ReplyDelete
  3. Btw aku kemana aja ya kok baru ngeh soal blog kakak yang iniiiiiiiiiii

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...