Monday, June 3, 2019

REVIEW KDRAMA: BEAUTIFUL WORLD, MENCARI KEBENARAN DIBALIK TRAGEDI

pic from: here
Genre: Family
Drama year: 2019

Sinopsis:
Park Seon Ho, anak sulung dari Park Moo Jin (seorang guru SMA) dan Kang In Ha (pemilik toko roti)  tidak juga pulang dari sekolah meskipun malam telah larut. Ponselnya tidak bisa dihubungi, meskipun dia sudah berjanji untuk menyaksikan bulan merah bersama sang ayah di rumah. Masalahnya tidak biasanya Seon Ho, anak lelaki remaja kelas 3 SMP itu tidak juga pulang tanpa kabar, ini bukan karakter Seon Ho. Moo Jin dan In Ha terus bertanya-tanya apa yang terjadi pada Seon Ho ketika mereka berusaha menghubungi teman-teman Seon Ho yang mereka kenal namun tidak satupun yang sedang bersamanya.

Thursday, May 16, 2019

REVIEW: HOW TO TRAIN YOUR DRAGON - THE HIDDEN WORLD, MENCARI DUNIA TERSEMBUNYI PARA NAGA

source: howtotrainyourdragon.com
Movie year: 2019
Genre: fantasy, drama, animation
Sinopsis:
Hiccup yang dulunya dikenal sebagai anak laki-laki kurus yang tidak memiliki kualitas sebagai lelaki viking sebagaimana ayahnya sang kepala suku, telah tumbuh menjadi pemuda dewasa. Hiccup memang tetap kurus, tidak seperti kebanyakan orang Viking namun memiliki pandangan luas yang berbeda, kecerdasan dan ketangguhan sebagai penunggang naga. Segala kualitas yang dia punya membuat dia dipandang layak menjadi kepala suku Viking yang berikutnya.

Tuesday, May 14, 2019

TIPS MEMILIH PAKAIAN YANG NYAMAN UNTUK BAYI BARU LAHIR


Bayi baru lahir tentu memerlukan perawatan yang ekstra dari Ibu. Sebab, setelah lahir, bayi akan menyesuaikan kondisi lingkungan dari dalam kandungan dengan lingkungan di luar kandungan. Salah satu yang perlu Ibu perhatikan adalah pakaian yang digunakan.

Friday, April 26, 2019

EMPAT BRAND DI BOBOBOBO YANG BISA BIKIN KAMU MAKIN KEREN

Fjallraven
Di Indonesia, FJÄLLRÄVEN barangkali bukanlah brand outdoor skala global yang setenar Northface dan Timbaland, tetapi perlahan namun pasti, merek perangkat outdoor ini mendapat momentum di saat, Kånken, di antara varian klasiknya memincut hati semua kaum urban di Indonesia. Åke Nordin, anak pramuka sekaligus penyuka alam di tahun 1950-an tidak puas dengan desain tas-tas outdoor yang beredar di pasaran ketika itu, di samping bentuknya yang jauh dari kata menarik, namun yang sangat parah ialah, pemakainya harus menunduk saat membopong barang bawaan yang berat, sehingga menciptakan punggung nyeri.