Drama years: End 2016
Genre: Fantasy
Episode: 16
Sinopsis:
Kim Shin (Gong Yoo) adalah seorang panglima perang pada masa Goryeo. Sepulang dari perang terhebat yang dia pimpin dan membawa kemenangan, Kim Shin kembali ke negaranya. Sampai di negaranya, dia dan pasukannya dipuji-puji dan dielukan sepanjang jalan menuju istana oleh rakyat. Sampai di gerbang istana, secara mengejutkan dia dan sisa tentara yang berhasil selamat dari perang tidak diperbolehkan untuk memasuki istana atas perintah yang mulia dengan tuduhan bahwa Kim Shin melakukan tindakan pemberontakan terhadap raja dan negara.
Heran, semua sisa tentara Kim Shin yang setia bingung pada tuduhan itu. Pengumuman istana menyebutkan bahwa Kim Shin harus menyerahkan diri karena tindakan pemberontakan yang telah dilakukan, jika tidak seluruh tentaranya akan dibunuh. Mereka semakin heran dan merasa harus mencari tahu lebih lanjut mengapa perintah seperti itu diturunkan. Tentara Kim Shin kaget tapi mereka sangat mempercayai panglima mereka, tidak mungkin sang panglima memberontak dan melakukan hal-hal yang dituduhkan. Sontak mereka maju, dan benar saja ratusan panah ditembakkan oleh para tentara istana, banyak pasukan yang selamat dari perang yang dipimpin Kim Shin tewas di tempat saat itu juga.
Sisa tentara yang masih hidup merangsek untuk masuk ke dalam istana. Di dalam istana semuanya nampak terkejut, penasehat istana membacakan tuduhan pemberontakan yang telah dilakukan Kim Shin dan sangat berbahaya untuk negara.
Tanpa rasa takut Kim Shin maju, seketika itu juga orang-orang kepercayaan dan keluarganya berlutut dan penasehat kerajaan berkata bahwa jika Kim Shin terus maju maka semua keluarganya akan dibunuh. Seorang perempuan berbaju putih maju dan berkata pada Kim Shin kalau dia akan mendukung Kim Shin, "Teruslah maju, aku akan mendukungmu," Langkah Kim Shin maju menuju sang raja dan melesatlah anak panah di dada perempuan berbaju putih, membuatnya terkapar.
Kim Shin memutuskan menyerah. Penasehat memerintahkan agar prajurit membunuh Kim Shin, namun dia menolak dan menyatakan bahwa dia ingin dibunuh orang yang dipilihnya sendiri, yakni tangan kanan terpercayanya. Dengan menangis dan bercucuran air mata, anak buah Kim Shin menusukkan pedang ke dadanya dan berkata bahwa dia akan segera menyusul setelah itu.
Kematian Kim Shin adalah berita duka bagi seluruh rakyat. Siapa sangka kematian panglima perang itu adalah karena iri hati sang raja muda dan hasutan dari penasehat raja yang licik.