Saturday, January 30, 2021

REVIEW KDRAMA: THE UNCANNY COUNTER, KELOMPOK PENJUAL MIE PENANGKAP ROH JAHAT

Sinopsis
Sebagai putra dari pasangan polisi Ha Mun Yeong dan detektif yang sibuk So Gwon, So Mun kecil lebih sering bersama kakek dan neneknya. Karena itu menghabiskan waktu bersama orang tuanya dalam perjalanan sambil merencanakan liburan dengan janji mereka akan berlibur bersama sudah cukup menyenangkan bagi So Mun.

Siapa sangka momen itu akhirnya jadi mimpi buruk ketika sebuah truck melaju kencang menabrak mobil mereka. Kedua orang tua So Mun meninggal. So Mun yang pingsan saat kecelakaan selamat, namun kakinya pincang dan mentalnya sangat terguncang sehingga menolak bicara dengan siapapun.

Fast forward

So Mun (Jo Byung-gyu) sudah remaja SMA, tinggal dengan kakek neneknya. Nenek sudah pikun parah dan sering melupakan banyak hal. So Mun memiliki dua sahabat dekat sejak kecil, Im Jiyeon dan Kim Ung Min.

Suatu hari dalam perjalanan makan mie bersama, kilat menyambar di langit dan tubuh So Mun mendadak terguncang, rambut lurusnya mendadak ikal. Jiyeon dan Ung Min terkejut mengira bahwa So Mun shock karena tersambar petir. So Mun yang terkejut merasa bahwa dia tidak merasa sakit apapun dan mereka bisa melanjutkan rencana makan bersama.
So Mun sama sekali tidak menyangka bahwa hari itu adalah permulaan keanehan yang kemudian akan terus menerus dia alami. Seperti pertemuannya dengan seorang nenek tua berbaju putih dalam mimpi. Mimpi yang sama terus terulang setiap hari diikuti dengan pertemuannya dengan orang-orang yang memperkenalkan diri sebagai counter. Diluar pekerjaannya sebagai counter, mereka mengelola resto mie yang sangat enak dan cukup terkenal di kota itu, pengunjungnya terus menerus penuh hingga mengantri. Tak heran resto itu sering mendadak tutup dan membatasi pelanggan di tengah antrian, mereka seringkali harus menangkap roh jahat di jam kerja resto.

Counter adalah manusia yang memiliki super power istimewa untuk menangkap roh jahat yang melarikan diri dari akhirat dan membuat kekacauan di dunia. Para counter biasanya adalah manusia yang sedang koma dan mendapatkan kesempatan hidup kedua jika setuju menjalani hidup sebagai counter.

Namun Mun tidak dalam kondisi koma, sehingga menjadi counter bukan satu-satunya pilihan yang dia punya. Menjadi counter tidak pernah terlintas dalam bayangan Mun, terlebih pekerjaan itu berbahaya dan menempatkan nyawanya dalam bahaya. Dia tidak boleh meninggal sebelum kakek nenek yang sudah cukup sedih kehilangan anak dan menantu satu-satunya dalam satu kecelakaan.

Apakah So Mun pada akhirnya menemukan alasan besar yang cukup mampu membuatnya untuk menerima tawaran sebagai counter ketika akhirnya dia tahu bahwa jiwa orang tuanya tidak pernah sampai ke akhirat karena ditawan roh jahat?

Kata Ninda:

Another refreshing drama from OCN, drama yang diangkat dari webtoon dengan ide segar karena cerita serupa belum pernah saya tonton. Malah sudah mulai syuting season kedua. Saya langsung penasaran dengan kelanjutannya setelah menonton episode pertama. Drama ini menarik untuk ditonton. Ada serunya, ada lucunya, ada gregetnya. Cocok banget untuk ditonton di hari libur. So entertaining!

Beberapa kali kita sudah menyaksikan drama-drama yang menceritakan tentang potensi sebuah roh menjadi roh jahat dan malaikat maut lah yang bertugas 'membersihkan' para roh jahat yang berkeliaran di dunia. Drama ini mengambil sudut pandang lain bahwa malaikat maut yang diutus adalah manusia yang bertugas bersama spirit kuat sebagai counter.

Meskipun jalan ceritanya unik dan menyenangkan untuk disimak karena idenya yang baru tapi banyak poin-poin yang saya kurang mengerti.

Misalnya adalah tentang spirit yang bertugas bersama counter. ini sebenarnya spirit apa sih? Awalnya saya spirit yang berjuang bersama counter ini adalah dewa atau malaikat. Namun anehnya kenapa ada dialog dimana mereka ingin reinkarnasi? Ternyata spirit ini adalah jiwa manusia yang sudah meninggal. Entah apa istimewanya spirit ini sehingga merekalah yang bertugas mendampingi dan berjuang bersama para counter jika mereka dulunya juga hanya manusia biasa.

Belum ada penjelasan mengapa spirit-spirit ini yang dipilih untuk bertugas bersama counter.
Seluruh karakter dalam drama ini diperankan bukan oleh aktor-aktris baru dan semuanya berakting dengan sama bagusnya. Oh tapi tunggu, Sejeong (pemeran Do Hana) sebenarnya berakting cukup lumayan untuk ukuran idol. Sayangnya ditengah seluruh aktor aktris kawakan dalam drama ini, skill akting Sejeong yang terlihat paling rendah. Sejeong terlihat bekerja keras memunculkan karakter Do Hana dan sangat nampak jika sedang berakting. Kurang terlihat alami dan menyatu dengan karakter Do Hana yang harusnya bitter, calm, tapi sengaja menjaga jarak. Ketika semua karakter menyatu dalam emosi, keputusasaan dan emosi sejenis... ya Sejeong sebenarnya mampu membawakan karakter Do Hana, tapi terlihat tidak alami dan seolah saya jadi langsung menyadari kalau ini toh cuma drama ketika melihat ekspresi dan akting Sejeong. Semoga di season berikutnya kita melihat karakter utuh Do Hana dalam drama yang lebih baik dan alami, seimbang dengan semua partnernya dalam drama ini.

No comments:

Post a Comment