Wednesday, September 26, 2018

REVIEW FILM: THE GUYS, KESEHARIAN KARYAWAN BIASA

Movie year: 2017
Genre: comedy, romance

Sinopsis:
Alfi (Raditya Dika) adalah seorang karyawan biasa dari sebuah perusahaan di bagian marketing. Alfi tinggal dengan 3 orang teman dalam satu rumah yaitu Rene (Marthino Lio), Aryo (Indra Jegel), dan Sukun (Pongsiri Bunluewong). Meskipun tinggal dalam satu rumah dan bersahabat baik, keempatnya memiliki kepribadian yang berbeda. Alfi yang serba canggung dan ceroboh terutama jika sudah soal wanita, Rene yang merasa paling ganteng diantara teman-temannya dan punya pacar tapi tidak berlangsung lancar karena kondisi financial-nya, Aryo yang sering memberikan saran terkait percintaan padahal single dan Sukun yang berasal dari Thailand yang polos, masih sedang berusaha beradaptasi dengan Indonesia.

Lewat keempatnya kita akan diajak untuk masuk ke dalam keseharian karyawan kantoran pada umumnya, problem gaji yang numpang lewat, ditegur bos dan berbagai kerumitan lainnya. Mereka bekerja di sebuah perusahaan besar milik Pak Jeremy (Tarzan).
Pada suatu project, Alfi ditugaskan untuk menangani semua konsep dan persiapannya bersama Amira  (Pevita Pearce), seorang karyawati cantik yang tidak disangka ternyata juga putri semata wayang Pak Jeremy.

Saat Amira berbuat kelalaian tentang data yang seharusnya mereka presentasikan, Alfi mengakui itu sebagai kesalahannya tanpa mengetahui latar belakang Amira yang sebenarnya. Alfi mendapat sangsi dari kantor karenanya. Amira terkesan dengan itu dan mereka mulai dekat sebagai teman.

Diluar kehidupannya sebagai karyawan, Alfi adalah anak tunggal dari mamanya yang single parent dan mengelola sebuah bisnis rumahan. Meskipun sudah tua Mama Alfi (Widyawati) masih cantik dan cekatan menjalankan bisnisnya.

Setelah mengetahui kejadian sebenarnya dari penjelasan Amira, Pak Jeremy merasa harus mengunjungi Alfi. Sampai di rumah Alfi, alih-alih menjelaskan maksud kedatangannya, Pak Jeremy terpesona oleh kecantikan dan kharisma mama Alfi namun berusaha menyembunyikannya.

Amira dan Alfi semakin dekat dan nyaman bersama satu sama lain, namun ketika mengetahui mengenai Pak Jeremy yang mengagumi mama Alfi, mereka sadar bahwa harus memilih.

Dengan semua kerunyaman itu, Rene menjomblo karena pacarnya menilai Rene terlalu pelit dalam hubungan mereka sehingga merusak banyak acara mereka yang seharusnya romantis. Keempat sahabat yang tinggal satu rumah itu juga merasa bahwa gaji mereka hanya numpang lewat ketika hari gajian. Dan Sukun sudah berakhir kontrak kerjanya di Indonesia sehingga harus kembali ke Thailand meninggalkan sahabat-sahabatnya.

Kata Ninda:
Saya berasa related banget sih soal kehidupan karyawan yang diangkat ke adegan demi adegan film ini. Related sama kehidupan saya sebagai karyawan sebelumnya, ya sedikit banyaklah meskipun nggak 100%. Barangkali ini juga alasan utama kenapa saya memutuskan untuk nonton film ini beberapa minggu lalu.

Waktu filmnya diputer di bioskop nggak sempat nonton juga soalnya. Karena genrenya memang comedy, kita diajak untuk nggak serius-serius amat dan menonton filmnya tanpa mikir. Hanya menikmati alur dan cerita sebagaimana seharusnya. Karena ceritanya memang ketebak meskipun endingnya ternyata beda dengan yang saya sangka. Ending ceritanya sangat-sangat beda dengan film komedi romansa biasanya jadi ya... beda. Saya senang karena Radit meletakkan ide segarnya dalam ending cerita dan penyelesaian-penyelesaian konflik sehingga terasa sangat down to earth karena tidak seperti 'cerita ftv yang diangkat ke layar lebar'.

Hmm saya rasa nggak banyak yang bisa saya review disini karena ini film komedi yang mana kita lebih banyak dibuat tertawa dengan gestur, dialog dan kejadian konyol yang bertebaran disepanjang film. Akan lebih enak nonton sendiri ketimbang saya ceritain kan.

Intinya film ini film yang baik untuk mengisi hari libur yang malas di rumah, relaxing tapi nggak boring :)

Sudah nonton juga? Atau ada request film/tontonan untuk saya review?
Boleh komentar ya :)

No comments:

Post a Comment