Wednesday, September 27, 2017

( REVIEW FILM ) AMERICAN MADE, RIBETNYA HIDUP BARRY SEAL


Movie year: 2017
Genre: Crime, Drama
Rating:
IMDb 7.3/10
Rotten Tomatoes: 88%

Sinopsis:
Barry Seal (Tom Cruise), seorang pilot yang direkrut oleh CIA untuk melakukan pengintaian terhadap ancaman komunis yang sedang berkembang di Amerika Tengah. Misi-misi yang aneh diberikan dan semuanya dijalankan Barry dengan baik. Dan misi-misi itu justru membawa ketidakberuntungan bagi Barry. Pertama, ketika tertangkap CIA menolak mengakuinya dan memberikan Barry pilihan untuk segera meninggalkan kota saat itu juga sebelum penggeledahan rumahnya akan dilakukan besok oleh polisi.


Dengan tergesa-gesa Barry pulang dan memaksa istrinya, Lucy (Sarah Wright) yang saat itu tengah mengandung dan dua anaknya untuk segera berkemas karena mereka akan pindah saat itu juga ke sebuah kota kecil bernama Mena. Lucy sangat marah kepada Barry karena kepindahan mendadak di dini hari itu.

Mereka sampai di rumah yang akan mereka tempati, rumah tua kosong tidak terawat dan terletak ditengah hutan. Petugas CIA datang dan mengajak Barry ke sebuah lapangan terbang yang luas berikut dengan pesawatnya, petugas itu berkata ini semua milik Barry berikut dengan tanah sampai ke rumahnya.

Misi diberikan kembali dan Barry kembali menjadi kurir yang mengantarkan senjata pada Contras, namun dengan segera Barry menyadari bahwa Contras tidak serius dan tidak layak diperhitungkan. Lantas pada suatu misi Barry juga menerbangkan kokain atas perintah Cartel dan mendistribusikan senjata pada Cartel.

CIA menyelenggarakan pelatihan untuk Contras di lahan Barry, Barry jugalah yang harus mengangkut mereka, namun orang-orang Contras justru melarikan diri dan menghilang.

Dari bisnisnya Barry merekrut beberapa pilot berpengalaman baru dan mendapatkan uang yang tidak sedikit bahkan sangat berlebih untuk hidup di sebuah kota kecil. Barry mulai kesulitan menyimpan semua uang-uangnya. CIA menutup mata atas penyelundupan kokain, namun ada kalanya segala hal tidak semulus itu. Pesawat Barry sempat dihadang oleh DEA dan ketika semua kasus semakin memburuk, CIA memutuskan untuk mengakhiri program itu dan membuang data-data yang bisa menyangkutkan Barry Seal dengan mereka.


Berulangkali Barry masuk tahanan dan ditangani oleh FBI, polisi dan badan hukum lainnya namun dia bisa lolos hingga ketika dia harus menukar kebebasannya dengan foto-foto anggota Cartel yang sebenarnya adalah pedagang narkoba. Seorang anggota dewan / organisasi yang mendapat data dari Barry dengan masa bodoh menyebarluaskan informasi itu. Cartel segera tahu bahwa Barry sudah menghianati mereka dan Barry langsung dalam bahaya karena Cartel memerintahkan untuk membunuh Barry. Pemerintah lagi-lagi lepas tangan dengan masalah yang dihadapi Barry.

Meskipun merekalah yang menyebabkan data dari Barry bocor dan berarti juga status Barry dan keluarganya yang menjadi tidak aman karena berada dalam incara Cartel.

Barry segera memindahkan istri dan ketiga anaknya ke kota kecil lain karena dia merasa yakin bahwa mereka akan lebih aman jika tidak bersama Barry.

Bagaimana nasib Barry kemudian? Apakah dia akan tetap seberuntung itu?

Kata Ninda:
Susah sekali untuk bilang bahwa ini film yang bagus. Film ini cenderung datar sih. Ini memang lebih ke cerita biografi gitu deh tapi bentuknya film. Dan kayaknya diangkat dari kisah nyata tentang seseorang bernama Barry Seal di tahu 1970-an. Untuk benar nggaknya cerita dia kayak gitu, entahlah. Tapi dibalik uang-uangnya yang banyak, Barry Seal tetap saja lebih banyak nggak beruntungnya.

Sebenernya secara garis besar ya, saya menemukan pola yang sama dengan Wolf of Wall Street-nya Leonardo Di Caprio hanya saja dalam bentuk yang kalau saya boleh bilang jauh lebih bermoral dan lebih cinta keluarga. Pola yang mirip ya dia menemukan cara untuk menghasilkan uang secara cepat, dia lakukan dengan kemampuan terbaik, berhasil kemudian jatuh ke tangan hukum.

Konfliknya nggak intens jadi ya jangan berharap action atau perang senjata seperti yang dimainkan Tom di Mission Impossible misalnya.

Jadi bagaimanapun ratingnya cukup untuk bikin saya menonton film ini dan setelah nonton saya bisa bilang kalau film ini menarik untuk ditonton sampai akhir cuma kalau bagus banget sih ya nggak juga. Tapi sifatnya sebagai film yang menyerupai biografi ups and down hidup seorang tokoh utama bisa dibilang memang punya kesan plot yang beda dengan film kebanyakan.

1 comment:

  1. Padahal Tom Cruise jago banget di action, harusnya itu yang ditonjolin *eh betul nggak sih mbak? Saya pernah nonton dia di Mission Impossible doang sih hahaha -_-

    ReplyDelete