Sunday, July 23, 2017

( REVIEW KDRAMA ) RULER: THE MASTER OF THE MASK, DIBALIK TOPENG PUTERA MAHKOTA

 
Drama year: 2017
Eps: 40 episode @30 minutes
Genre: Politic, romance

Sinopsis:
Setting cerita pada masa Joseon di tahun 1700. Pangeran Mahkota Lee Sun (Yoo Seung Ho) pernah diracuni ketika bayi hingga nyaris meninggal. Untuk mendapatkan penawarnya, raja (Kim Myung Soo) harus membuat kesepakatan yang memberatkan rakyat dengan pimpinan kelompok Pyunsoo - Daemok (Heo Jun Ho). Setelah dinyatakan meninggal, suatu keajaiban terjadi dan pangeran mahkota kembali bernafas dan selamat dari pengaruh racun.


Sejak peristiwa itu raja memutuskan bahwa hanya ada 3 orang yang dibolehkan untuk melihat wajah putra mahkota yaitu raja, Lady Young Bin (Choi Ji Na) - ibunya dan Lee Beum Woo (Jun Doo Hong) panglima kerajaan sekaligus orang kepercayaan raja.

Semua orang yang melihat wajah putra mahkota selain ketiga orang yang sudah disebutkan harus dihukum mati. Putra mahkota mengenakan topeng sejak kecil, sejak raja memutuskan hanya 3 orang saja yang boleh melihat wajah putra mahkota.


Karena mengenakan topeng, rakyat banyak membicarakan putra mahkota dengan nada sumbang. Tapi juga tidak ada yang berani untuk mencoba melihat wajahnya karena tahu hukuman apa yang akan menimpa mereka jika mereka melihat wajah putra mahkota. Raja berkata bahwa pangeran harus mengenakan topeng karena sakit yang dideritanya sejak kecil. Padahal diam-diam raja merencanakan untuk melumpuhkan kelompok Pyunsoo, dan strategi pertamanya adalah mencegah putra mahkota masuk dalam kelompok tersebut sehingga putra mahkota bisa memerintah kerajaan tanpa campur tangan mereka.

Tempat favorit putra mahkota adalah sebuah rumah tanaman di dalam istana, disitu dia melepas topengnya untuk berkebun dan bersantai. Suatu hari seorang gadis yang penasaran bernama Kim Hwa Gun (Yoon So Hee) menyelinap masuk dan atas kebaikan putra mahkota, Hwa Gun bisa keluar dari dalamnya tanpa ditangkap prajurit istana. Tanpa sengaja Hwa Gun melukai putra mahkota yang sempat dia lihat wajahnya sebelum dia menyadari laki-laki itulah sang putra mahkota. Dengan tidak direncanakan Hwa Gun adalah orang keempat yang telah melihat wajah putra mahkota dewasa. Sementara Hwa Gun juga adalah cucu dari pimpinan kelompok Pyunsoo - Daemok.




Pertemuan tidak disengaja itu sangat membekas bagi Hwa Gun yang kemudian jatuh cinta pada putra mahkota.

Sudah sangat kesal dengan kondisinya yang bertopeng dan omongan orang tentang topengnya dibelakang, melepas topengnya, memakai baju salah seorang pelayan setianya dan keluar dari istana. Pangeran ingin menemui seorang cendikiawan bernama Woo Bo (Park Chul Min) yang dulunya bekerja di istana kemudian memilih untuk keluar dan hidup sebagai rakyat biasa untuk menanyakan penyebab topeng yang harus dikenakannya.

Untuk pertama kalinya putra mahkota bertatapan dengan banyak orang tanpa mengenakan topeng, beberapa gadis berbisik mengomentari ketampanannya dan itu adalah sesuatu yang sangat asing bagi putra mahkota. Melihat kondisi seorang anak kecil yang kehausan, putra mahkota membawanya untuk mendapatkan air dari sumur terdekat dan alangkah terkejutnya dia ketika air dari sumur itu tidak gratis. Siapa saja yang membutuhkan harus membayar dengan harga yang tidak murah. Air itu berada dalam otonomi pyunsoo group. Dan anehnya tidak ada lagi sumber air selain itu yang bisa didapatkan masyarakat.



Dia menolak membayar untuk air yang seharusnya menjadi hak milik semua orang dan membuat dia dikejar-kejar oleh penjaga tempat itu. Saat terdesak, dia diselamatkan oleh seorang gadis bernama Han Ga Eun (Kim So Hyun) - yang juga salah satu murid dari Woo Bo. Han Ga Eun mengantarkan putra mahkota ke rumah Woo Bo, rumahnya hanya berupa gubuk berantakan dan Woo Bo sendiri berpakaian seperti orang miskin. Woo Bo berkata pada putra mahkota, mengapa dia malah ingin melepas topeng yang justru alat pelindungnya selama ini?

Putra mahkota sangat heran dengan kata-kata Woo Bo, tapi pria tua itu menolak untuk menjawab lebih banyak. Putra mahkota bersikeras menginap di rumah Ga Eun yang juga putri satu-satunya dari seorang pejabat pemerintahan. Tinggalnya dia di rumah Ga Eun selama berhari-hari membuatnya memiliki seorang teman pertama bernama sama dengan putra mahkota - Lee Sun yang berasal dari keluarga miskin. Dan hari-hari itu adalah awal perasaan putra mahkota tumbuh kepada Ga Eun.


Dilain pihak, Daemok terus mendesak raja agar pangeran segera masuk ke dalam kelompok Pyunsoo dan menjalankan inisiasi. Inisiasi kelompok Pyunsoo diselenggarakan dengan menenggak racun yang hanya bisa diatasi efeknya dengan pil bunga khusus yang diberikan kelompok Pyunsoo setiap waktu tertentu kepada semua anggotanya. Jika tidak meminum pil bunga, maka racun akan bereaksi dan membunuh orang yang telah meminumnya perlahan. Tidak ada yang bisa mengatasi pengaruhnya serta menghentikan keracunan selain Daemok sendiri.

Raja membuat strategi dengan mengumpulkan dan melatih orang-orang bernama Lee Sun untuk mengalihkan perhatian serta sebagai cara untuk menipu Daemok jika raja harus benar-benar mengirimkan putra mahkota untuk inisiasi. Karena jika raja mengirim putra mahkota untuk inisiasi maka putra mahkota akan menjadi raja dibawah pengaruh kelompok Pyunsoo. Raja yang selama ini anggota kelompok Pyunsoo juga tidak mau hal yang sama pada masa pemerintahannya berulang pada putra mahkota. Karena keanggotaan itu membuat raja mengeluarkan banyak kebijakan yang menyengsarakan rakyat.

Daemok mengetahui beberapa keanehan putra mahkota dan mulai mencium rencana raja yang ingin memberontak, Daemok mengirimkan petarung terbaiknya untuk membunuh beberapa pangeran mahkota palsu yang disiapkan raja. Ini tidak mudah karena tidak ada dari mereka yang mengetahui wajah asli dari putra mahkota.

Hwa Gun yang mendengar pembicaraan kakeknya, tersenyum dan pura-pura tidak mengetahuinya meskipun dia berkata bahwa dia ingin menjadi ratu kerajaan kepada sang kakek. Tentu saja sang kakek tidak memperbolehkannya. Hwa Gun diam-diam membuat rencana.

Bagaimana kisah hidup putra mahkota berikutnya? Apakah dia akan berhasil terhindar dari inisasi kelompok Pyunsoo?

Putra mahkota Lee Sun tidak pernah menyangka bahwa dia harus kehilangan banyak hal dan harus melalui banyak kesulitan bahkan untuk duduk di tahta yang menjadi haknya.


Kata Ninda:
Akhirnya nonton dramanya Yoo Seung Ho lagi setelah sekian lama. Terakhir kali saya nonton dia pas Queen Seon Deok dan Master of Study. Keduanya bagus dan performa Yoo Seung Hoo steal the scene di Queen Seon Deok meskipun bukan tokoh utama, di Master of Study juga menarik.

Pas saya nonton dramanya dia kayaknya masih kuliah deh sayanya. Saya inget banget Yoo Seung Ho dulu punya julukan little So Ji Sub karena kemiripan wajah dan matanya yang sipit. Tapi pertama kali saya lihat muka dia disini, ada sesuatu yang menurut saya perubahannya signifikan, mata YSH udah nggak sipit lagi. Cenderung lebar bahkan dibanding dulu. Entah apa yang dia ubah dari matanya, mungkin dengan plastic surgery atau apa. Yang jelas jadinya lebar dan punya double eye lid sekarang.

Saya nonton ini karena ekspektasi tinggi sih. YSH dan Kim So Hyun adalah duo yang saya nggak akan meragukan kualitas akting mereka. Tapi drama ini ternyata bikin saya lelah batin nontonnya.
Untuk itu, saya menyalahkan penulisnya.

Drama ini entah kenapa alur ceritanya bikin emosi jiwa. YSH yang tokoh utama jadi karakter yang bukan favorit saya karena cenderung lame dan bisa breaks the rule hanya karena urusan cewek yang terus-terusan put him in difficult condition. Kim So Hyun as Han Ga Eun, Han Ga Eun ini karakternya gemesin banget nyebelin tingkat dewa. Cewek yang terlalu lemah, gampang ditipu, nyebelin, suka bikin keputusan sendiri yang pada akhirnya menyulitkan dia dan orang-orang yang care sama dia.

Poor character development. Sayang deh masa dua karakter inti kok begini amat karakternya. I have no doubt in YSH and KSH acting skill, jadi kesian karena karakter mereka kok jadi cupu dan nyebelin banget di drama. Mengundang hujatan penonton.

Sedihnya ya hujatan penonton terutama ke Ga Eun banyak ditujukan ke fisiknya entah kurang cantik lah nggak punya sex appeal lah, macem-macem deh. OMG penontonnya mungkin gak pernah tahu previous work-nya si dedek KSH yang semuanya keren kayak di School 2015, Goblin dan yang lain-lain. Dapet banget lho dia meranin anak kembar yang beda karakter sampek-sampek saya ngerasa benar-benar ada dua karakter yang diperankan dua orang meskipun aslinya ya dia aja yang peranin dua-duanya. Jadi kenapa dia jadi lead actress dalam drama ini kayaknya udah jelas banget kan, talent always win!

Yang menuai pujian adalah karakter Hwa Gun yang diperankan Yoon So Hee. I have to admit, her character was my favorite too. Meskipun ya skill aktingnya Yoon So Hee masih jauh di bawah KSH. Saya juga masih keinget waktu dia main di drama Married without Dating dan saya nggak suka, tapi karakter Hwa Gun disini yang tricky, cerdas dan tangguh itu memenangkan hati semua penonton.


Karakter favorit saya disini selain Hwa Gun adalah Gon - tangan kanan Hwa Gun (I ship them btw haha), Chung Woon dan Mae Chang.


Oh ada lagi, karakter favorit karena karakternya yang kuat dan skill aktingnya yang super keren: Daemok dan Kim Woo Jae (ayah Hwa Gun diperankan oleh Kim Byung Chul).

Ingat Kim Byung Chul? Dia yang memerankan penasehat raja yang culas, licik dan jahat di KDrama Goblin dan punya wujud seram ketika jadi hantu. Ini drama kedua dia yang saya tonton dan yeah he's a great actor. Memerankan karakter yang bikin kita semua benci karena licik dan jahatnya di Goblin dan memerankan karakter seorang ayah berhati hangat dan mementingkan putrinya sekaligus seorang anak yang berbakti kepada ayahnya. Dia menjalankan roda Pyunsoo karena bakti kepada Daemok sang ayah, meskipun sebenarnya family man biasa yang mementingkan keluarga.


Dan Daemok, mengapa tokoh antagonis ini menjadi favorit saya because he played it well. Akting aktornya memang bagus dan Daemok adalah seorang villain yang cukup berkesan bagi saya di drama saeguk seperti ini selain Mishil dari Queen of Seon Deok. Daemok adalah ahli strategi, mampu meletakkan lawan dalam posisi sulit dengan strateginya dan ketenangan menghadapi situasi apapun yang luar biasa. Ada latar belakang yang membuat Daemok menjadi seperti itu bahkan di episode terakhir, malahan kok ngerasa sedih ya pas Daemok sudah kalah hehehe *penonton baper*.


Drama ini menarik, tapi saya nggak kuat sama penulis skenario yang udah bikin dua karakter utama disini jadi super cupu. Saya males nonton drama yang dibuat oleh penulis skenario ini lagi, ilfil. Romancenya juga cheesy menurut saya, pokoknya lelah lah haha. Tapi ceritanya memang menarik dan cukup beda ya dari saeguk-saeguk yang sudah ada.

Tapi kalau ngomongin saeguk romance terkeren, saya tetap menjagokan Princess Man. Penasaran? Pernah kok saya tulis short reviewnya disini. It's worth to watch, pokoknyamah romance tapi nggak cheesy, minim plot hole, konfliknya masuk akal dan endingnya unpredictable. Puas lah saya nonton Princess Man ini :) (Dear writernim Ruler, coba tonton deh biar nulis plotnya bagusan please...) Boleh dicoba tonton lho, high recommended kalau menurut saya.

Sudah nonton Ruler juga? Menurut kamu gimana?

No comments:

Post a Comment